TERAPI AIR (HYDRO THERAPY)


Terapi dengan menggunakan air atau yang disebut dengan hidroterapi pasti sudah pernah anda dengar. Pada kesempatan ini penulis akan sedikit mengulang agar anda semakin tahu tentang hidroterapi dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita.

Hidroterapi berasal dari bahasa Yunani (hydro = air, therapiea = pengobatan). Jadi, hidroterapi merupakan pengobatan ilmiah yang menggunakan air. Simon Barunch (1840-1921) dalam Effendy (1987) memiliki teori yang disebut Hukum Barunch, yang mengemukakan bahwa air memiliki daya penenang jika suhu air sama dengan suhu kulit, sedangkan bila suhu air lebih tinggi atau rendah dengan suhu tubuh maka akan memberikan efek stimulasi (merangsang).

Effendy (1987) mengemukakan bahwa terapi air memiliki 7 (tujuh) efek pengobatan terhadap tubuh, yaitu sebagai berikut :

1. Berendam air hangat dan mandi pancuran air hangat dalam waktu singkat berkhasiat menghilangkan rasa lelah dan menghilangkan ketegangan.
2. Berendam atau menyeka tubuh dengan air dingin berefek mendinginkan dan merangsang tubuh atau bagian tubuh, khususnya jika diikuti pijatan tubuh atau perkusi. Air yang dingin akan mengkerutkan pembuluh kapiler.
3. Menyeka dengan air dingin dan air hangat secara bergantian akan merangsang sistem kardiovaskuler.
4. Berendam dalam air atau mandi di pancuran air hangat akan berkhasiat melemaskan semua otot tubuh.
5. Mandi air hangat akan melemaskan jaringan dan berefek pada kapiler-kapiler di kulit, hal ini terjadi karena banyak darah dari jaringan yang akan ditarik menuju kulit. Selain itu, dapat pula menghilangkan rasa nyeri.
6. Mandi dan menyeka dengan air dingin dan air hangat akan menjinakkan syaraf kulit dan syaraf organ-organ intern, yaitu organ yang berkoresponden secara syarafi dengan kulit yang dihangati.

Seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah shalat harus bersih dari hadats (hadats besar dan kecil), sehingga ia harus mensucikan dirinya dengan berwudhu jika hadats kecil dan mandi jika hadats besar (junub). Uts. Najati (1986) mengemukakan bahwa wudhu ada 2 (dua) macam, yaitu wudhu lahir dan wudhu batin. Selanjutnya dikatakan bahwa wudhu bukan hanya sekedar membersihkan tubuh dari kotoran, tetapi wudhu juga membersihkan jiwa dari kotoran. Effendy (1987) menambahkan bahwa ternyata wudhu memiliki efek penyegaran (refreshing), membersihkan badan dan jiwa, serta pemulihan tenaga.

Wudhu juga memiliki efek fisiologis, yang dibuktikan bahwa dibasuhnya tubuh air menggunakan air sebanyak 5 (lima) kali sehari akan membantu dalam mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik dan psikis. Oleh karena itu Rasulullah SAW menyarankan pengikutnya dengan sabdanya : "Apabila engkau sedang marah, maka berwudhulah".

Terapi air ini juga dilakukan pada pembinaan korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Hal ini dijelaskan oleh Sundjaja (1983) bahwa seorang remaja yang datang dalam keadaan mabuk, maka perlu disadarkan terlebih dahulu. Penyadaran dilakukan dengan mandi (dimandikan), yaitu mandi seluruh badan yang disebut mandi junub. Penyalahgunaan NAPZA ini telah ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa perbuatan ini termasuk perbuatan syetan, sebagaimana firman Allah SWT : 

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan (QS. Al-Maidah/5:90)".

Mandi yang dimaksud untuk pengobatan korban NAPZA bukan seperti waktu mandi yang biasa kita lakukan, melainkan mandi pada tengah malam (waktu dini hari). Seperti yang dikatakan oleh Su'dan (1987) bahwa mandi untuk korban penyalahgunaan NAPZA dilakukan pada waktu dini hari (sekitar jam 02.00). Hal ini akan menyebabkan pembuluh darah kulit akan menyempit. Penyempitan pembuluh darah akan memperlancar darah mengalir ke otak, jantung, paru-paru, hati dan ginjal, sehingga organ-organ tersebut memperoleh darah lebih banyak dari biasanya. Selanjutnya dirincikan bahwa dengan banyaknya aliran darah ke hati, maka kerja hati akan lebih baik, yaitu memusnahkan racun narkotik yang ada dalam tubuh dan segera dibuang oleh ginjal. Sehingga mandi dapat memperlancar proses menghilangkan racun (pengaruh narkotik) dalam tubuh korban, yang biasa disebut detox/detoxifikasi dalam dunia kedokteran.

Atau jika anda orang yang memiliki kemampuan materi, sekarang telah ada pil detox dengan harga di atas Rp. 15.000.000, (lima belas juta rupiah) satu butir.

Menurut Ewalt bahwa pasien yang mengalami delirium alkohol, mengalami keresahan, agitasi, overaktif, kecemasan yang akut dan tremor akibat keracunan obat-obatan memperlihatkan respon baik terhadap hidroterapi. Hal ini didukung Prasetyo (1979), terapi nonmedis yang dilakukan di Thailand, yaitu korban narkotika akan diberikan ramuan-ramuan (semacam jamu). Pada saat kesakitan yang merupakan tanda-tanda ketagihan (sakauw), maka mereka dianjurkan untuk sering mandi dengan air dingin.

Contoh lain yang dikemukakan oleh Pranasakti (1988) bahwa pada abad 19 di Jerman ada seorang penderita TBC, bernama Peter Sebastian Kneipp dan dapat sembuh dikarenakan ia berendam di sungai pada malam hari. Walaupun hal ini belum memiliki bukti empiris.

Jadi, air memang merupakan sumber utama kehidupan.Keberadaannya harus dijaga dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Menurut peneliti air asal jepang, Masaru emoto mengungkapkan bahwa air harus dimanja, karena air dapat menerima informasi/pesan dari manusia.

Saat sekarang pun kita dapat melihat realita disekeliling kita, terbukti banyaknya pusat kebugaran menggunakan efek air, rumah, kantor atau tempat rekreasi/hiburan, taman yang menggunakan efek air untuk mempengaruhi kejiwaan seseorang, seperti air mancur, sungai/danau buatan, air terjun sampai pada wisata air.


Semoga artikel ini berguna bagi anda dan orang di sekitar anda,,,,n_n 


Daftar Bacaan
1. Effendy, E. Wudlu untuk Efisiensi Kerja. Amanah, No. 29, Agustus 1987.
2. Najati, M.Ust. Al6Quran dan Ilmu Jiwa. Penerbit Pustaka, Bandung, 1986.
3. Pranasakti. Kesehatan secara : Ketuhanan, Rokhaniah, Kejiwaan, Alamiah dan Keghaiban. Yogyakarta, 1988.
4. Prasetyo. Di Thailand Morfinis Dirawat dalam Biara. Intisari, Edisi Mei 1979.
5. Su'dan. Penyembuhan Penderita Kecanduan Narkotika di Ponpes Suryalaya. PP. Suryalaya : Tasikmalaya, 1987.

Sejarah Teknik Pemijatan

Pemijatan adalah salah satu teknik pengobatan pada rekam medis yang lebih awal dan digunakan untuk menyambung riwayat berikutnya.Tulisan dari fisioterapis, filsuf, penyair dan ahli-ahli sejarah menunjukkan bahwa meminyaki atau memberi salep telah digunakan oleh masyarakat biasa dan manusia purba sejak zaman dahulu kala.

Hippocrates (460-380 SM) dalam diskusi pengobatan dislokasi shoulder yang diikuti reduksi,berkata, “pemijatan adalah kebutuhan untuk menggosok bahu dengan lembut dan halus”. Seorang fisioterapis harus berpengalaman dalam segala hal,tapi juga menjamin dalam pengurutan,untuk sesuatu hal dengan nama yang sama tidak memiliki akibat yang sama. Mengurut bisa mengikat kembali sendi yang lepas dan melonggarkan sendi yang juga susah bergerak sekalipun.Bagaimanapun,kondisi dari shoulder dapat dilihat dari pijatan atau pengurutan dengan tangan halus dan lembut tapi sendi akan berpindah/bergeser tidak keras,tapi sejauh ini pemijatan bisa dilakukan tanpa harus menimbulkan nyeri.

Banyak tertulis dalam sejarah kesehatan, pemijatan atau latihan gerak badan tidak ditunjukkan secara bersama dan ada perbedaan kecil dalam kesusasteraan antara keduanya. Kleen (1847-1923) dari swedia, yang buku pedomannya diterbitkan tahun 1895, sebagai yang pertama membuktikan dengan tuntas pemijatan,bukan terapi latihan.

Dalam tinjauan kesusasteraan tentang pemijatan, memiliki sedikit kekurangan dalam diskripsinya. Dalam beberapa penelitian yang baru saja, terdapat sedikit  informasi tentang teknik yang sebenarnya. Ketika mengamati dengan baik perbedaan dalam teknik pemijatan yang digunakan ini dan sering terlihat jelas kekurangan dari dasar ilmiah untuk memberi pergerakan-pergerakan, suatu keanehan bagaimana kesimpulan itu bisa membuat sebagai suatu untuk dihargai atau pengobatan kehilangan nilainya. Kekurangan dari kecilnya informasi tentang teknik-teknik dan kekacauan dalam pengertian dari arus modern dengan jangka waktu yang dimiliki untuk belajar mengenai kesusasteraan. Itu tidak memberikan laporan yang lengkap mengenai sejarah pemijatan. Hanya teknik-teknik itu dianggap dan perbandingan untuk membuat pertimbangan yang ditetapkan. Jika mungkin, mereka pengaruh pembangunan yang sedang berlangsung pada saat ini dan teknik-teknik. Banyak dari informasi yang cepat tentang sejarah dari pemijatan saat ini dari belajar memiliki dari penerbitan oleh Graham (1848-1928), Bucholz (1874-1942), Coulter (1885-1949) dan lainnya. Belajar itu luas tapi penelitian yang lengkap dari kesusasteraan tidak memiliki usaha.

Perbedaan Blog dan Situs Web,,,,,!!!!

Blog memang merupakan sebuah media yang banyak di gemari oleh banya orang. Mulai dari karena bisa menghasilkan uang, juga bisa sebagai ladang untuk mencurahkan semua perasaan serta ide-ide cemerlang para blogger. Sebelumnya, apakah anda tahu perbedaan blog dengan website atau situs web?? Artikel ini akan menjelaskan perbedaan dan persamaan blog dan situs web(website).

Blog merupakan singkatan dari "  web log"  adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

WEB, Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah halaman web adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar.

Sedangkan,Website atau Situs web dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website.
Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet.
Blog dan Situs web sesungguhnya memiliki tujuan yang berbeda. Namun ada beberapa persamaan, keduanya terdapat di Internet dan menggunakan URL atau alamat web. Mereka memiliki host sehingga informasinya dapat diakses secara online.

Persamaan lain, keduanya dapat dikelola oleh perseorangan hingga perusahaan. Baik blog maupun situs web dapat berisi informasi, gambar, link dan kata kunci. Kedua jenis situs ini ditujukan kepada pembaca dalam mencari informasi.

Informasi yang terdapat pada sebuah blog biasanya sering diperbarui (di-update), tergantung penulisnya. Ada penulis blog yang memperbarui blognya beberapa kali dalam sehari. Sedangkan informasi yang terdapat pada sebuah situs web, biasanya tidak diperbarui secara teratur. Situs web umumnya berisi informasi tentang sesuatu yang tidak sering berubah-ubah.
Bila sebuah situs web diperbarui, banyak bagian yang juga berubah. Pada blog, hanya satu entri yang diperbarui pada suatu waktu. Bila sebuah situs web diubah, biasanya informasi lama akan hilang dan tidak dapat dilihat lagi oleh pembaca.


Perbedaan utama lain antara blog dan situs web adalah: situs web biasanya lebih sukar dikelola dan sering kali memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana cara kerja Internet.
Sedangkan blog, hampir setiap orang dapat memperbaruinya dengan mudah dan cepat. Tidak diperlukan pengetahuan khusus tentang Internet. Selain itu, banyak perangkat lunak untuk membuat blog tersedia secara gratis di Internet.


Blog juga mendorong orang untuk lebih banyak berkomunikasi dibanding situs web. Fungsi utama sebuah situs web adalah memberikan informasi kepada pembaca. Sebuah situs web mungkin menyediakan tempat untuk menulis komentar atau e-mail, namun sesungguhnya situs web tidak diciptakan untuk itu. 
Blog digunakan untuk berkomunikasi. Penulis blog dapat memilih untuk membuat situs mereka tertutup (hanya dapat dibaca oleh orang-orang tertentu), namun sebagian besar memilih untuk memublikasikan blog mereka secara terbuka, sehingga siapa pun dapat membacanya. 
Blog sering kali menyediakan fasilitas penelusuran tamu, penelusuran kata kunci, penghitung kunjungan, dan ruang komentar yang dapat dimanfaatkan oleh pembaca dan penulis. 


Kalangan bisnis menggunakan blog untuk menyampaikan keahlian dan pengetahuan dalam bidang mereka, yang tidak selalu dapat dilakukan melalui situs web.
Kita bisa menyampaikan pendapat atau buah pikiran mereka secara langsung melalui Internet dan mendapat umpan balik dari pengunjung situs mereka.